Prioritas

 Prioritas


apakah aku menjadi salah satu prioritasmu?
apakah aku menjadi salah satu prioritas dalam menentukan kelompokmu?
mengapa aku selalu menjadi pilihan terakhir?
mengapa aku selalu tidak dipilih?
apa aku dilupakan? apa aku tidak berguna? apa aku memang tidak pantas mendapatkannya?

    kasih aku kepastian agar aku tidak berharap tinggi kepada mu dan kepada angan-anganku yang selalu ingin dipilih olehmu dan yang lain. karena menjadi pilihan terakhir atau bahkan menjadi yang terlupakan dan menjadi yang tersingkirkan adalah hal yang sangatlah menyakitkan bahkan lebih parah daripada dicaci maki berkedok nasihat yang diberikan orang lain kepada diriku.

    aku tau, aku tak seperti seseorang yang kamu harapkan. romantis,peka,royal,solid,pintar, ataupun hal lain yang kamu harapkan kepadaku, aku tidak memilikinya. sehingga membuatku tidak berguna dan hanya menjadi tidak lebih dari penggagu bagimu.

    bahkan ketika ada orang baru yang sesuai dengan apa yang kamu harapkan,ketika itulah aku secara perlahan-lahan atau bahkan secara langsung akan terhempas jauh dimatamu dan dipikiranmu seolah-olah aku menjadi orang lain yang tidak sama sekali dikenal.

    berusaha mempercepat obrolan agar cepat berakhir atau bahkan tidak menggubris obrolanku, tak menjadikanku salah satu anggotamu di suatu kelompok belajarmu, memprioritaskan orang lain agar bisa bermain denganmu dibandingkan denganku, dan masih banyak lagi hal yang lebih menyakitkan yang kau lakukan semata-mata hanya untuk menjauhi ku dan mencoret namaku dari prioritasmu.
 
    dari hal-hal itu akan banyak pertanyaan dibenak ku yang menjadikannku overthinking terhadapa apa yang terjadi "apa yang kurang dariku? apakah aku bisa memperbaikinya? kenapa hidup ini tidak adil? kenapa harus aku yang begini? sebenarnya apakah aku berguna? apakah aku terlalu jelek dimata orang lain? apa yang kurang dariku? apa?apa?apa?" dan pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan terus menghantui pikiran serta suara hati, tetapi kamu tidak memberi tahu sepeserpun apa yang sebenarnya terjadi.

    hal itulah yang membuatku berada di tengah ombang - ambing lautan kekecewaan, rasa sakit hati yang begitu mendalam, kebingungan yang berubah menjadi tangisan, dan memunculkan ketidak percayaan kepada orang lain.

......................................................................................................................................................................
       
        "Sungguh akan ada perasaan sakit yang sangat mendalam sampai tidak tau apa yang sedang dirasakan ketika menjadi prioritas terakhir atau tidak bahkan tidak diprioritaskan oleh seseorang yang sangat dekat bahkan sampai dianggap menjadi saudara kandung sendiri meskipun tak ada hubungan darah. Api kekecewaan yang membara dalam hati tidak bisa dipandamkan oleh sembarang hal yang dapat meredakannya, dan lebih bahaya lagi kekecewaan itu akan menjadi dendam yang amat besar."

......................................................................................................................................................................

    yaa ku tau, ku bisa belajar mengikhlaskannya, belajar untuk move on, belajar untuk mencari tempat baru, dan belajar untuk memaafkan. tapi tak sebentar untuk bisa melakukan itu, tidak mudah untuk menumbuhkan kepercayaan kepada diri sendiri dan orang lain lagi, dan tidak mudah menerima kejadian seperti itu.

    aku berharap bisa menemukan tempat yang bisa menerimaku, terbuka denganku, dan menjadikanku sebagai prioritasnya. meskipun tidak yang diutamakan, namun itu bisa lebih membuatku perlahan menyembuhkan serta belajar untuk bersyukur dan bisa membuatku belajar untuk tidak tergantung terhadap orang lain.

    

 
(Aliyidin 2023)  

Komentar

Kepikiran Lain

Kesempatan?

19

Titik Terendah