Postingan

Kesempatan?

     Pagi hari seperti biasanya. Mengikat tali sepatu, diikuti dengan pamitan kepada bapak dan ibu. Biru menginjakan kaki pertamanya dengan rasa yang berbeda daripada biasanya, satu perasaan lain yang tiba tiba muncul. Perasaan yang campur aduk karena ia memutuskan untuk pergi kampus dan tidak pulang ke rumah, namun akan menetap di kontrakan bersama temannya untuk beberapa waktu. Padahal ibunya sudah meminta ia untuk pulang terlebih dahulu saat sehabis dari kampus, karena besok merupakan hari pertama puasa dan ibu meminta ia untuk sahur pertama di rumah. Sebetulnya Biru sangat ingin mengikuti apa kata ibunya, namun ia tidak bisa dengan alasan selama beberapa waktu kedepan akan disibukan dengan perkuliahannya di kampus. Biru hanya bisa bernjanji diakhir minggu akan menyempatkan pulang untuk sahur dan buka puasa bersama dengan keluarga.     Waktu terus berjalan, ratusan langkah telah terhitung, Biru berangkat ke kampusnya yang berada di luar kota. Meskipun bisa di...
nyesel kan lu maksain buat lakuin hal tapi nggak mikir kedepannya bakal gimana? iya

19

Gambar
The Station Agent     Satu malam sebelum hari ulang tahun ke-19, akhirnya bisa memiliki kesempatan menonton filmnya. Ada banyak hal yang dibayangkan sebelum menontonnya, karena sudah banyak cuplikan yang lewat internet.    Berusaha untuk fokus menonton hingga secara tidak sadar terbawa suasana. Merasakan apa yang dirasakan Fin dalam hidupnya, membuat mata berkaca akan sedih dan menyesakkannya dia. Seperti melihat diri sendiri yang sedang bermain dalam layar kaca. Meskipun ini adalah film fiksi, namun amat sangat nyata akan sakit, sesak, dan senang yang dirasakannya.     Bersyukur bisa menonton film ini di waktu sebelum menginjak usia baru. Menyadari banyak hal yang akan pentingnya untuk menerima keadaan, meskipun sulit rasanya ketika orang lain hanya menertawai setiap apa yang diri ini lakukan.     Film ini tidak sempurna akan cerita dan visual, namun sangat relavan untuk para penonton yang memiliki masalah yang sama. Ada satu potongan dialog yang...
sudah cukup membicarakannya kepada orang lain secara berlebihan aneh rasanya ketika terlalu menceritakan semuanya mengeluarkan energi yang lebih besar dibanding biasanya dan lebih baik disimpan saja, karena itu bisa mengurangi beban moral untuk kedepannya  meskipun akan membebani pikiran sendiri.

Titik Terendah

terlalu awal untuk mulai berjalan tak punya apa-apa untuk diberikan hanya hati yang terus mengemis harapan harapan tidak masuk akal yang diinginkan lebih rendah daripada seorang penghianat yang masih percaya diri dan memikirkan usaha usaha apa yang akan dia lakukan selanjutnya mempertanyakan keadilan hanya itu yang dipikirkan tanpa melihat hal yang lain mencoba tidak menyalahkan siapapun tapi itu hanya membuat penyesalan datang muncul kemarahan yang tak jelas tujuannya yang berujung menyalahkan diri sendiri - Li, Sept 2025

Terlewati

Sehelai daun yang jatuh dapat dilihat oleh banyak orang. Namun, ketika daun itu sampai di tanah, ia hanya akan dilewati layaknya tak ada apa-apa.