Kesempatan?

    Pagi hari seperti biasanya. Mengikat tali sepatu, diikuti dengan pamitan kepada bapak dan ibu. Biru menginjakan kaki pertamanya dengan rasa yang berbeda daripada biasanya, satu perasaan lain yang tiba tiba muncul. Perasaan yang campur aduk karena ia memutuskan untuk pergi kampus dan tidak pulang ke rumah, namun akan menetap di kontrakan bersama temannya untuk beberapa waktu. Padahal ibunya sudah meminta ia untuk pulang terlebih dahulu saat sehabis dari kampus, karena besok merupakan hari pertama puasa dan ibu meminta ia untuk sahur pertama di rumah. Sebetulnya Biru sangat ingin mengikuti apa kata ibunya, namun ia tidak bisa dengan alasan selama beberapa waktu kedepan akan disibukan dengan perkuliahannya di kampus. Biru hanya bisa bernjanji diakhir minggu akan menyempatkan pulang untuk sahur dan buka puasa bersama dengan keluarga.

    Waktu terus berjalan, ratusan langkah telah terhitung, Biru berangkat ke kampusnya yang berada di luar kota. Meskipun bisa dikatakan jarak antara rumah dan kampusnya yang dekat, namun ia tidak bisa selalu pulang dikarenakan kesibukan satu dan lain hal. Ia berangkat menggunakan transportasi umum, kereta.

    Setibanya di kampus, ia bertemu dengan salah satu teman kelasnya yang kebetulan bertemu di tengah jalanan kampus, Pony. Mereka berbincang sesaat sebelum akhirnya berpisah karena masing masing punya tujuan sendiri terlebih dahulu sebelum masuk kelas. Biru ingin membeli sesuatu di kantin dan Pony ingin membeli makanan di suatu restoran fast food yang ada di kampus.

    Biru melajutkan perjalanannya menuju kantin, tapi karena wilayah kantin masih sepi, ia pun berjalan menuju selasar dan bertemu dengan temannya yang lain. Perbincangan singkat sebelum ia memutuskan untuk membeli kopi di salah satu restoran fast food yang ada, tempat yang sama dengan Pony membeli makan.

    Saat masuk ke dalam restorannya, ia langsung mengantri di kasir. Tidak lama, ia dihampiri oleh teman satu organisasinya, Kinan yang menyapanya. Sontak Biru langsung menyapanya balik, namun yang tak disadarinya dibelakang Kinan ada temannya juga yang sudah lama tidak bertemu, Nadi. Biru sudah lama sekali tidak bertemu dengan Nadi semenjak libur semester, hanya sempat saling berbalas pesan di sosial media.

(duh ide lagi habis, lanjut ntar yak :D)

    

Komentar

Kepikiran Lain

19

Titik Terendah